Menko Muhaimin: Perjuangan Santri Hari Ini adalah Memerdekakan Masyarakat dari Kemiskinan
Nomor: 253/KPI/HM.04/10/2026
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan pesantren dan para santri memiliki peran strategis dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
“Di situlah umat Islam, para santri, dan para kiai akan terus berkontribusi. Bukan saja menjadi bagian dari sejarah, tetapi kita akan terus-menerus menciptakan sejarah-sejarah baru, yaitu mengurangi dan menghentikan kemiskinan di tanah air, menciptakan masyarakat yang mandiri, kokoh, berjaya, serta makmur dan sejahtera,” ucap Menko Muhaimin pada Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Menko Muhaimin mengingatkan bahwa Resolusi Jihad yang dicetuskan para ulama pada 22 Oktober 1945 menjadi bukti besarnya peran santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Semangat pengorbanan dan pengabdian yang diwariskan para ulama harus terus hidup, dengan menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Santri, para alumni pesantren, dan masyarakat muslim akan terus berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas, Indonesia yang mandiri, kokoh, dan siap bersaing dengan negara-negara lainnya,” ujar Menko Muhaimin.
Menurutnya, kemiskinan dan ketertinggalan merupakan tantangan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga perlu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk menciptakan perubahan di lingkungan sekitarnya.
Dengan lebih dari 40.000 pesantren di Indonesia, terdapat potensi besar untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat. Pesantren dapat berperan dalam mengembangkan keterampilan, menumbuhkan kewirausahaan, serta menggerakkan potensi ekonomi lokal dengan melibatkan santri, alumni, dan masyarakat sekitar.
Menko Muhaimin menegaskan, kemandirian ekonomi harus menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan kemerdekaan yang bermakna.
Masyarakat perlu memiliki kesempatan dan kemampuan untuk keluar dari kemiskinan, mengembangkan potensi diri, serta memperoleh penghidupan yang lebih baik tanpa terus bergantung pada bantuan.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Kemenko PM mendorong agar semangat perjuangan santri terus diwujudkan dalam aksi nyata pemberdayaan.
Perjuangan masa kini bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah, melainkan membangun masyarakat yang berdaya, memutus rantai kemiskinan, dan memperkuat kemandirian ekonomi umat menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera.
Instagram: @kemekopmri
TikTok: @kemenkopm
X: @kemenkopmri
Biro Komunikasi, Pengelolaan Data, dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rekomendasi
Dua Tahun Pemberdayaan, Menko Muhaimin: 33,1 Juta Keluarga Dapat Program Perlinsos
Dua Tahun Kemenko PM, Menko Muhaimin Perkuat Tiga Fondasi Pemberdayaan Masyarakat
Hari Santri 2026, Menko Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Menko Muhaimin dan Menko Sugiono Dorong Link and Match Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan