Tekan Angka Pengangguran Pemuda, KemenkoPM Luncurkan Generasi Muda Pasti Kerja
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) resmi meluncurkan Program Generasi Muda Pasti Kerja di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Program tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat serta membuka akses kerja langsung bagi generasi muda.
Staf Khusus Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Achmad Maulani, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari tanggung jawab negara dalam memberikan ruang dan kepastian kerja bagi pemuda Indonesia.
“Acara ini bukan kegiatan biasa. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Masyarakat untuk menghadirkan ruang-ruang kerja nyata bagi generasi muda,” ujar Achmad Maulani di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/01/2026).
Program Generasi Muda Pasti Kerja dilaksanakan melalui kolaborasi Kemenko PM dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan sosialisasi, tetapi juga mengikuti walk-in interview dan proses rekrutmen langsung untuk bekerja di sektor formal.
Achmad Maulani menekankan bahwa setiap kebijakan negara tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dibangun di atas realitas sosial dan berbasis riset.
Peluncuran Generasi Muda Pasti Kerja merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Pemerintah memiliki tiga mandat utama, yakni meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi beban sosial, serta menurunkan dan menghapus kemiskinan ekstrem.
Melalui program ini, generasi muda yang belum bekerja diarahkan untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah sesuai UMR, perlindungan BPJS, serta fasilitas pendukung lainnya. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memberikan rasa aman bagi pekerja muda.
Program Generasi Muda Pasti Kerja menyasar pemuda usia 18–30 tahun, lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi, termasuk lulusan pesantren dan pemuda rentan menganggur di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal.
“Karena itu, kegiatan ini menjadi salah satu, ya pemantik ya agar tujuan kita menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0% pada tahun 2026 ini bisa tercapai,” ucapnya.
Dengan memastikan generasi muda memiliki pekerjaan dan penghasilan, pemerintah optimistis upaya penghapusan kemiskinan ekstrem dapat dicapai secara berkelanjutan.
Nomor: 07/KPI/HM.04/01/2026
Instagram: @kemenkopmri
TikTok: @kemenkopm
X: @kemenkopmri
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rekomendasi
Menko Muhaimin dan Menko Sugiono Dorong Link and Match Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan
Kemenko PM Dorong Inovasi Berdayakan Masyarakat Desa Lewat Mandaya Awards dan Innovilleague 2026
Dua Tahun Pemberdayaan, Menko Muhaimin: Bansos Sementara, Berdaya Selamanya
Menko PM: Ekosistem Terpadu Kunci Kemajuan UMKM