Lompat ke konten utama
Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Penguatan UMKM di Seluruh Daerah

Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Penguatan UMKM di Seluruh Daerah

Kabar Terbaru 26 Mei 2026

Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian nasional berbasis kerakyatan. Pemerintah menilai UMKM memiliki peran vital dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi kesenjangan ekonomi, serta menggerakkan ekonomi lokal hingga ke pelosok daerah.

Usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Selasa (12/05) lalu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa Presiden secara khusus meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk terus memperkuat program pemberdayaan UMKM agar mampu berkembang lebih maju dan memiliki daya saing yang semakin kuat.

Saat ini, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Selain jumlahnya yang sangat besar, sektor ini juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Tahun 2024, Indonesia memiliki 56.142.687 unit usaha UMKM. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN. Thailand tercatat memiliki sekitar 3,1 juta UMKM, Malaysia sekitar 1,1 juta UMKM, dan Vietnam sekitar 700 ribu UMKM.

Besarnya jumlah tersebut menunjukkan bahwa struktur usaha nasional masih didominasi oleh usaha mikro yang menjadi basis ekonomi rakyat dan ekonomi lokal. Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas UMKM agar mampu naik kelas.

Penguatan UMKM dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi usaha, penguatan akses pembiayaan, hingga perluasan akses pasar.

Pemerintah juga terus membangun sinergi lintas kementerian dan lembaga agar seluruh program berjalan lebih terintegrasi dan tepat sasaran.

Dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) juga meluncurkan program Perintis Berdaya Connect.

Program tersebut menandai babak baru dalam upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pendekatan konektivitas dan pemberdayaan berbasis ekosistem.

Perintis Berdaya Connect hadir sebagai ekosistem terpadu yang mempertemukan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi dengan berbagai mitra strategis untuk mencapai kemandirian ekonomi melalui partisipasi publik yang aktif.

Melalui program tersebut, pemerintah ingin menciptakan ruang kolaborasi yang mampu memperluas peluang usaha, memperkuat jejaring pemasaran, sekaligus membuka akses pembiayaan dan pendampingan usaha secara lebih luas.

Selain itu, pemerintah juga mendorong optimalisasi aset-aset idle milik BUMN maupun kementerian/lembaga agar dapat dimanfaatkan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif sebagai ruang promosi, display produk, hingga penyelenggaraan festival dan kegiatan pemasaran lainnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM di daerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Pemerintah meyakini bahwa UMKM yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Melalui penguatan UMKM secara menyeluruh, pemerintah berharap pelaku usaha kecil dan menengah Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Alat Aksesibilitas