Menko PM: Talenta SMK Indonesia Unggul, Siap Bersaing di Tingkat Global
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia memiliki potensi dan kualitas unggul untuk bersaing di pasar kerja internasional.
Selain kemampuan teknis, karakter dan budaya kerja menjadi nilai tambah yang membuat tenaga kerja Indonesia semakin diminati.
Menko Muhaimin mengungkapkan bahwa talenta Indonesia, khususnya lulusan SMK, memiliki keunggulan yang diakui di tingkat internasional. Terutama melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) sektor manufaktur sebagai bagian dari strategi nasional memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar global melalui program SMK Go Global.
Hal tersebut diungkapkan Menko Muhaimin dalam kegiatan Pelepasan Pekerja Migran Indonesia ke Jepang di Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta, Banten, Jumat (03/04/2026).
“Saya dengar talenta-talenta kita jauh lebih disenangi karena talenta kita punya kultur yang bagus, talenta kita punya profesionalitas yang terukur dan teruji, talenta-talenta kita punya akhlak yang baik. Inilah yang akan menjadi peluang kita,” ucap Menko Muhaimin.
Menko PM menjelaskan bahwa penguatan talenta SMK merupakan bagian dari transformasi besar dalam sistem pendidikan dan ketenagakerjaan nasional, khususnya melalui pendekatan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja global.
“Ini adalah bagian dari transformasi kita untuk membangun ekosistem tenaga kerja berstandar global. Kita harus terus mengejar kualitas dan memastikan lulusan kita relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kabinet pada Oktober 2025 mendorong generasi muda Indonesia untuk berani mengambil peluang kerja di luar negeri.
Menjawab arahan tersebut, Kemenko PM menghadirkan SMK Go Global, program yang menyiapkan lulusan vokasi agar siap bersaing di pasar kerja internasional, mulai dari keterampilan teknis hingga kesiapan bahasa dan budaya kerja.
Sebanyak 200 calon PMI diberangkatkan ke Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) sektor manufaktur, sebagai fase awal (piloting) yang didukung pembiayaan CSR BUMN.
Program SMK Global, lanjutnya, merupakan stimulus awal agar seluruh tenaga kerja Indonesia sejak dini mempersiapkan diri dengan standar kompetensi global, baik dari sisi keterampilan teknis, bahasa, maupun adaptasi budaya kerja.
Selain peningkatan kapasitas, Menko PM juga menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Pemerintah terus mengoptimalkan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan perlindungan yang maksimal.
“Saya ingin para PMI bekerja dengan nyaman, dengan kepastian pendapatan dan perlindungan yang memadai,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para PMI agar bekerja dengan penuh percaya diri dan menjaga nama baik bangsa di manapun berada.
Melalui penguatan program SMK Global, pemerintah optimistis talenta Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu mengambil peran strategis dalam pasar tenaga kerja global.
Nomor: 70/KPI/HM.04/04/2026
Instagram: @kemenkopmri
TikTok: @kemenkopm
X: @kemenkopmri
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rekomendasi
Menko Muhaimin dan Menko Sugiono Dorong Link and Match Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan
Kemenko PM Dorong Inovasi Berdayakan Masyarakat Desa Lewat Mandaya Awards dan Innovilleague 2026
Dua Tahun Pemberdayaan, Menko Muhaimin: Bansos Sementara, Berdaya Selamanya
Menko PM: Ekosistem Terpadu Kunci Kemajuan UMKM