Lompat ke konten utama
Menko PM: Peluncuran Gerakan Indonesia Berdaya Perkuat Ekosistem Kolaborasi dalam Pengentasan Kemiskinan

Menko PM: Peluncuran Gerakan Indonesia Berdaya Perkuat Ekosistem Kolaborasi dalam Pengentasan Kemiskinan

Siaran Pers 12 Februari 2026

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi nasional dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan melalui Gerakan Indonesia Berdaya.

Menko Muhaimin menyebut momentum ini penting dalam menyatukan pengalaman panjang pemerintah dan gerakan filantropi untuk membangun pendekatan baru yang lebih efektif.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan peluncuran Kolaborasi Indonesia Berdaya ‘Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’ yang melibatkan unsur pemerintah serta berbagai lembaga filantropi di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta, Kamis (12/02/2026)

“Penanggulangan kemiskinan yang dikerjakan oleh pemerintah terus menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan upaya kita meningkatkan kesejahteraan dan menanggulangi kemiskinan,” ujar Menko PM.

Meskipun angka kemiskinan tercatat menurun hingga 8,25 persen per September 2025, Menko PM menegaskan bahwa capaian tersebut belum cukup tanpa pemberdayaan yang utuh dan berkelanjutan.

Menko Muhaimin mengingatkan bahwa berbagai musibah yang terjadi secara berulang dapat memicu kemiskinan baru dan mengancam target penghapusan kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026.

“Kemiskinan tidak boleh menjadi realitas struktural, realitas kultural, realitas warisan dari berbagai pengalaman yang ada,” tegasnya.

Pemerintah melalui Kemenko Pemberdayaan Masyarakat mengusung pendekatan multisektoral dengan memperkuat sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian kebijakan lintas kementerian/lembaga agar intervensi tepat sasaran. Selain itu, penyempurnaan regulasi dan kajian akademik terus dilakukan untuk memperkuat landasan kebijakan pemberdayaan.

Menko PM juga menekankan bahwa gerakan ini tidak boleh bersifat parsial atau sekadar bantuan karitatif yang terputus, melainkan harus menopang masyarakat rentan agar mampu tumbuh dan mandiri secara permanen.

Program padat karya produktif, peningkatan akses permodalan, penguatan UMKM, peningkatan mutu pendidikan, dan pendidikan vokasi menjadi instrumen utama dalam strategi tersebut.

Kekuatan filantropi nasional dinilai sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman panjang dan dampak nyata di lapangan. Sinergi antara pemerintah, filantropi, pesantren, komunitas sosial, budaya, dan keagamaan menjadi kunci dalam membangun ekosistem kolaborasi nasional yang utuh.

“Kita juga harus mendorong transformasi para mustahik menjadi muzaki sebagai salah satu keberhasilan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.

Dalam momentum Ramadan, Menko PM mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat solidaritas, berbagi pengalaman, serta meningkatkan akurasi data sebagai dasar intervensi kebijakan.

Pemerintah terus menyempurnakan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan membuka ruang kolaborasi data dengan berbagai pihak guna memastikan ketepatan sasaran.

Menutup arahannya, Menko PM menyampaikan optimisme bahwa melalui kerja kolektif dan kolaborasi berkelanjutan, Indonesia mampu menurunkan angka kemiskinan hingga maksimal 5 persen pada 2029 serta mewujudkan masyarakat yang berdaya, adil, dan sejahtera.

Peluncuran Indonesia Berdaya berkolaborasi dengan ratusan filantropi yang tersebar di Indonesia. Kemenko Pemberdayaan Masyarakat bersama filantropi juga membagikan 1.000 bingkisan untuk anak yatim, 10.000 paket buka puasa sunnah bagi masyarakat umum dan bantuan recovery untuk Sumatra senilai Rp 4,1 miliar.

Nomor: 18/KPI/HM.04/02/2026

Instagram: @kemekopmri

TikTok: @kemenkopm

X: @kemenkopmri

Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Alat Aksesibilitas