Menko PM Muhaimin: Pemerintah Siapkan SMK Go Global, Santri Harus Siap Menjadi Tenaga Terampil Dunia
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan program SMK Go Global sebagai langkah untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan memperluas peluang kerja bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), termasuk santri lulusan pesantren.
Pernyataan itu disampaikan Menko PM Muhaimin dalam kegiatan Pesantren Inklusif Berdaya, di Pesantren Al Itqon, Bugen, Semarang, Rabu (29/10/2025).
Menko Muhaimin menekankan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya, terampil, dan siap menghadapi kebutuhan tenaga kerja global.
“Alhamdulillah, ada lampu hijau (program SMK Go Global). InsyaAllah Presiden akan menyetujui kick off yang disebut sebagai SMK Go Global yang menyiapkan beasiswa untuk siap bekerja dengan cepat, dengan pelatihan yang efektif, terukur, dan terencana,” ujar Muhaimin.
Muhaimin menjelaskan, rencana program tersebut lahir dari evaluasi terhadap tantangan yang dihadapi pendidikan vokasi di Indonesia, termasuk pesantren yang memiliki lembaga pendidikan kejuruan.
“SMK-SMK itu kemudian menghasilkan lulusan yang tidak bisa terserap karena tiga aspek: yang pertama kurikulumnya tidak match dengan industri, yang kedua infrastruktur termasuk tenaga pendidikan yang tidak memadai, dan yang ketiga tentu kurikulumnya tidak berbasis kebutuhan dunia industri,” ucapnya.
Muhaimin menilai, banyak negara saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil dari Indonesia, dan peluang ini harus disambut dengan kesiapan lembaga pendidikan.
“Hari ini, Jerman, Jepang, hingga Eropa pada umumnya kekurangan tenaga vokasi, Mereka sudah siap menyerap tenaga kerja kita. Akan tetapi, SMK-SMK kita belum tentu memadai dalam sertifikasi maupun dalam kapasitas, terutama bahasa,” kata Muhaimin.
Menurutnya, SMK Go Global akan menjadi jembatan bagi para siswa SMK dan santri vokasi untuk menyiapkan diri menghadapi pasar tenaga kerja internasional.
Pemerintah berencana menyiapkan pelatihan terstruktur, sertifikasi internasional, dan peningkatan kemampuan bahasa asing agar lulusan Indonesia memiliki daya saing global.
“Transformasi bangsa berdimensi dua hal: yang pertama melalui pendidikan, pendidikan bisa memutus mata rantai kemiskinan, pendidikan bisa mengatasi seluruh pembangunan kita. Yang kedua, tiada yang lain kecuali melalui pemberdayaan,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pesantren memiliki posisi strategis untuk menjadi bagian dari transformasi tersebut.
“Melalui aspek inilah pesantren yang di dalamnya menjadi bagian integral dari pendidikan dan pemberdayaan memiliki peran aktif di dalam mengatasi tantangan masyarakat kita,” pungkas Muhaimin.
Instagram: @kemenkopmri
TikTok: @kemenkopm
X: @kemenkopmri
Nomor: 132/KPI/HM.04/10/2025
Biro Komunikasi dan Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rekomendasi
Menko Muhaimin dan Menko Sugiono Dorong Link and Match Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan
Kemenko PM Dorong Inovasi Berdayakan Masyarakat Desa Lewat Mandaya Awards dan Innovilleague 2026
Dua Tahun Pemberdayaan, Menko Muhaimin: Bansos Sementara, Berdaya Selamanya
Menko PM: Ekosistem Terpadu Kunci Kemajuan UMKM