Menko Muhaimin: Santri Harus Jadi Pemimpin Peradaban Menuju Indonesia Emas 2045
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi pemimpin Indonesia yang berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, dan mampu menjawab tantangan global.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Muhaimin mengapresiasi Pesantren Bina Insan Mulia yang dinilainya berhasil menghadirkan model pendidikan yang memiliki visi, arah, dan orientasi yang jelas sehingga mampu melahirkan lulusan yang siap melanjutkan pendidikan maupun berkiprah di berbagai bidang.
"Pesantren harus melahirkan santri intelektual, cendekiawan muslim yang bukan hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menjadi pelaku sekaligus pemimpin sejarah di masa depan," ujar Menko Muhaimin saat menghadiri Wisuda Kelas XII SMA/K/MA Unggulan Bina Insan Mulia di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (28/6/2026) malam.
Menurutnya, fondasi pendidikan yang kuat akan menjadi bekal bagi para santri untuk menghadapi berbagai tantangan zaman. Apa pun bidang keilmuan yang dipilih, lulusan pesantren akan mampu bersaing apabila dibangun di atas karakter, integritas, dan penguasaan ilmu pengetahuan.
Menko Muhaimin menyampaikan optimismenya bahwa semakin banyak lulusan pesantren berkualitas, semakin besar pula peluang Indonesia mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menilai pesantren telah membuktikan diri mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan moral dan spiritual.
"Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang taat pada ilmu pengetahuan sekaligus memiliki integritas. Dua hal itulah yang akan menentukan masa depan Indonesia," tegasnya.
Menko Muhaimin juga menyoroti bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada dekade mendatang. Ia mengajak para lulusan untuk memanfaatkan momentum tersebut sebagai kesempatan menjadi aktor utama pembangunan nasional.
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Menko Muhaimin mengatakan pemerintah terus membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda agar mampu berkembang melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, hingga akses terhadap lapangan kerja.
Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi lulusan sekolah menengah, termasuk penguatan keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja global. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memanfaatkan besarnya peluang kerja di berbagai negara yang saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja usia produktif. Menurutnya, bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, produktif, dan siap bersaing di tingkat internasional.
Kepada para wisudawan, Menko Muhaimin berpesan agar terus belajar, menempa diri, serta tidak berhenti meningkatkan kapasitas di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga mengapresiasi capaian para lulusan, termasuk 175 santri yang melanjutkan studi ke luar negeri serta 99 lulusan yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri terbaik di dalam negeri.
"Indonesia akan semakin kuat apabila para santrinya menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, sekaligus menjaga akhlak dan integritas. Kekuasaan akan bermakna apabila dikelola dengan ilmu, akhlak, dan tanggung jawab," ujarnya.
Menko Muhaimin juga mengajak seluruh lulusan untuk terus membawa nilai-nilai kepesantrenan dalam setiap pengabdian kepada bangsa. Ia optimistis para alumni Bina Insan Mulia akan menjadi bagian dari generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju, berdaya saing global, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Nomor: 129/KPI/HM.04/06/2026
Instagram: @kemenkopmri
TikTok: @kemenkopm
X: @kemenkopmri
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rekomendasi
Menko Muhaimin dan Menko Sugiono Dorong Link and Match Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan
Kemenko PM Dorong Inovasi Berdayakan Masyarakat Desa Lewat Mandaya Awards dan Innovilleague 2026
Dua Tahun Pemberdayaan, Menko Muhaimin: Bansos Sementara, Berdaya Selamanya
Menko PM: Ekosistem Terpadu Kunci Kemajuan UMKM