Lompat ke konten utama
Menko Muhaimin: Ekonomi Pemberdayaan Dorong Pertumbuhan dari Bawah untuk Atasi Kemacetan Struktural

Menko Muhaimin: Ekonomi Pemberdayaan Dorong Pertumbuhan dari Bawah untuk Atasi Kemacetan Struktural

Siaran Pers 20 November 2025

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menyatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang masih belum merata dirasakan seluruh masyarakat harus segera diatasi.

Menko Muhaimin menjelaskan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang tidak sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat menandakan ada hal yang harus diperbaiki dalam desain ekonomi Indonesia.

Hal tersebut Menko Muhaimin sampaikan ketika memberikan pidato utama dalam Seminar Nasional INDEF: Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: Menata Ulang Arah Ekonomi Berkeadilan.

“Inilah yang saya sebut kemacetan struktural. Ekonomi tidak menetes
dari atas ke bawah. Ia tertahan di kantong-kantong sebagian orang,
sementara sebagian lainnya tetap hidup dengan kantong kosong,” kata Menko Muhaimin, Kamis (20/11/2025).

Menko Muhaimin menuturkan upaya pemberdayaan masyarakat menjadi pendekatan baru yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kemacetan struktural.

Kepala Negara kerap menyatakan pertumbuhan ekonomi tidak boleh lagi sekadar berharap dari hasil tetesan pertumbuhan ekonomi atas melainkan juga harus tumbuh dari bawah.

Ketika berpidato dalam Harlah PKB pada Juli lalu, Prabowo menyampaikan kekayaan yang menetes dari orang kaya ke masyarakat bawah membutuhkan waktu yang sangat lama bahkan hingga ratusan tahun.

Oleh karena itu, Menko Muhaimin menjelaskan pertumbuhan ekonomi harus didorong dari bawah melalui upaya pemberdayaan masyarakat.

“Dari trickle-down effect, menjadi pertumbuhan dari desa dan dari bawah. Yang oleh para pakar kerap disebut dengan istilah pertumbuhan melalui
pemerataan,” jelas dia.

Lebih jauh, Menko Muhaimin menjelaskan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang diperintakan Presiden Prabowo juga telah mengubah cara pengentasan kemiskinan di Tanah Air.

Hal ini ditunjukkan dengan perubahan pendekatan pengentasan kemiskinan yang tidak lagi bertumpu pada pemberian bantuan karitatif kepada masyarakat.

“Negara hadir secara langsung mendorong peningkatan kapabilitas, kemandirian, danpertumbuhan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar dia.

Menko Muhaimin optimistis upaya pemberdayaan masyarakat akan mengatasi ketimpangan ekonomi dan kemacetan struktural yang masih dialami.

Terlebih, komitmen Presiden Prabowo untuk mengedepankan pemberdayaan masyarakat dalam pengentasan kemiskinan telah ditunjukkan dengan membentuk Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.

“Dalam kesempatan ini izinkan saya menegaskan: hanya dengan pemberdayaan kita dapat mengurai kemacetan struktural untuk memajukan kesejahteraan umum,” jelas dia.

Instagram:@kemenkopmri
Tiktok:@kemenkopm
X:@kemenkopmri

Nomor: 155/KPI/HM.04/11/2025

Biro Komunikasi dan Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Alat Aksesibilitas