Lompat ke konten utama

Menko Muhaimin: Data Akurat Jadi Fondasi Pemberdayaan dan Penguatan Ekonomi Kreatif Nasional

Siaran Pers 29 Juni 2026

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran sekaligus memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menilai ekonomi kreatif selama ini bukanlah sektor baru, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi yang belum memperoleh perhatian dan pengakuan secara optimal dalam kebijakan pembangunan nasional.

“Ya itulah fakta perjalanan upaya kita untuk meletakkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional kita. UMKM satu tarikan nafas dengan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional kita,” ucap Menko Muhaimin pada Pelaksanaan Sosialisasi dan Ngibar (Ngisi Bareng) Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta, Senin (29/06/2026).

Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Menko Muhaimin menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemberdayaan masyarakat selalu berangkat dari data, terutama melalui pemetaan kondisi masyarakat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurutnya, data tersebut menjadi dasar dalam menentukan kelompok masyarakat yang memerlukan perlindungan, yang perlu didorong naik kelas, hingga penyusunan kebijakan anggaran agar lebih tepat sasaran.

Menko Muhaimin menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti strategis karena bukan sekadar agenda statistik yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, melainkan investasi data yang akan menentukan arah pembangunan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Menurutnya, data yang dihasilkan melalui sensus akan membantu pemerintah memetakan kondisi ekonomi kreatif secara lebih mendalam, mulai dari karakteristik setiap subsektor, persebaran geografis, hingga kebutuhan spesifik para pelaku usaha kreatif di berbagai daerah.

Dengan pemetaan tersebut, pemerintah dapat merancang strategi pemberdayaan yang lebih presisi sehingga setiap intervensi kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Di sisi lain, Muhaimin mengingatkan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan reorientasi pembangunan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai target nasional, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga pengurangan kemiskinan, membutuhkan kebijakan yang berbasis data agar setiap program berjalan efektif.

“Penguatan data tunggal sosial ekonomi nasional ini penting karena akan menjadi acuan pemerintah maupun non pemerintah di dalam berperan melalui berbagai program-program mewujudkan Indonesia yang adil makmur dan sejahtera,” kata Menko Muhaimin.

Penguatan ekonomi kreatif juga harus berjalan seiring dengan penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional agar seluruh kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan memiliki acuan yang sama dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat.

Oleh karena itu, Menko Muhaimin mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif, asosiasi, dunia usaha, dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keberhasilan sensus bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi merupakan kerja bersama seluruh elemen bangsa.

“Data akurat akan melahirkan kebijakan yang tepat. Kita tidak usah khawatir semua data ini tidak ada kaitannya dengan pajak, tidak ada kaitannya dengan apa yang disebut sebagai mempersulit masa depan ekonomi nasional tapi justru membuka ruang-ruang baru yang lebih inovatif bagi percepatan kemajuan ekonomi kreatif kita,” jelas Menko Muhaimin.

Nomor: 130/KPI/HM.04/06/2026

Instagram: @kemenkopmri

TikTok: @kemenkopm

X: @kemenkopmri

Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Alat Aksesibilitas