Menko Muhaimin: Bangsa yang Kuat Berawal dari Masyarakat yang Berakhlak dan Berdaya
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menghadiri peringatan Hari Guru ke-109 dan Hari Silsilah Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah Prof. Dr. H. Saidi Syekh Kadirun Yahya Muhammad Amin Al-Khali di Pendopo Surau Qutubul Amin, Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/06/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para guru, ulama, dan mursyid tarekat yang telah berperan besar dalam membangun kekuatan spiritual masyarakat sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
“Seluruh warga dunia dan khususnya warga bangsa kita, agar senantiasa istiqomah di dalam terus menjadi pribadi-pribadi yang unggul sebagai modal dasar kita untuk terus menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” kata Menko Muhaimin.
Menurutnya, Surau Qutubul Amin tidak hanya menjadi pusat pembinaan spiritual, tetapi juga tempat tumbuhnya nilai-nilai yang membentuk karakter dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan masyarakat tidak cukup hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan fisik semata. Pemberdayaan yang berkelanjutan harus dibangun di atas fondasi moral dan spiritual yang kuat agar mampu melahirkan masyarakat yang mandiri, berintegritas, dan berdaya saing.
Menko Muhaimin menilai Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah memiliki kontribusi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Melalui pendidikan spiritual yang diwariskan para ulama dan mursyid, tarekat telah menjadi bagian dari upaya membangun manusia Indonesia yang memiliki kecintaan terhadap agama, bangsa, dan tanah air.
“Tanpa perintah, tanpa permintaan dari pemerintah, tanpa permintaan dari siapa pun, thariqah ini terus mendoakan bangsa kita. Bahkan setiap saat mengikhtiari, setiap saat memberikan langkah-langkah khusus agar bangsa kita tetap bersatu, kuat, agar bangsa kita selamat,” ucap Menko Muhaimin.
Pada kesempatan tersebut, Menko Muhaimin juga mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan para pemimpin bangsa agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang saat ini memimpin berbagai agenda pembangunan nasional.
"Katanya, kalau kita punya satu doa yang dikabulkan oleh Allah, doakan pemimpin. Insyaallah pemimpin akan bermanfaat untuk umat, rakyat, dan bangsa ini," kata Menko Muhaimin.
Lebih lanjut, Muhaimin menyampaikan bahwa nilai-nilai spiritual yang diajarkan para guru dan ulama tetap relevan dalam menghadapi tantangan modern.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan perkembangan global harus diimbangi dengan penguatan karakter agar menghasilkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus berakhlak.
"Bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang kuat secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga bangsa yang memiliki kekuatan moral, spiritual, dan karakter yang kokoh. Inilah warisan besar yang harus terus kita jaga dan kembangkan," tegasnya.
Menutup sambutannya, Menko Muhaimin mengajak seluruh keluarga besar Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah untuk terus melanjutkan ajaran dan keteladanan para guru sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang berdaya, bangsa yang kuat, dan Indonesia yang bermartabat.
"Semoga nilai-nilai yang diwariskan para ulama dan guru terus menjadi cahaya bagi perjalanan bangsa ini, memperkuat persatuan, dan melahirkan masyarakat yang semakin berdaya, mandiri, serta sejahtera," pungkasnya.
Nomor: 122/KPI/HM.04/06/2026
Instagram: @kemenkopmri
TikTok: @kemenkopm
X: @kemenkopmri
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rekomendasi
Menko Muhaimin dan Menko Sugiono Dorong Link and Match Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan
Kemenko PM Dorong Inovasi Berdayakan Masyarakat Desa Lewat Mandaya Awards dan Innovilleague 2026
Dua Tahun Pemberdayaan, Menko Muhaimin: Bansos Sementara, Berdaya Selamanya
Menko PM: Ekosistem Terpadu Kunci Kemajuan UMKM