Hadiri Haul Betawi 2026, Menko Muhaimin: Ulama dan Budaya Adalah Fondasi Masyarakat Berdaya dan Maju
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menghadiri Haul Ulama dan Habaib Betawi 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk penghormatan kepada para habaib, masayikh, ulama, tokoh masyarakat, dan pahlawan yang telah berjasa membangun Jakarta serta membentuk karakter masyarakatnya.
"Haul sebagai tradisi untuk menelusuri, meneladani, dan meneruskan perjuangan beliau-beliau para ulama, yang sebelum kemerdekaan telah membangun karakter, mental, akhlak, dan tentu saja membangun sumber daya manusia sehingga tangguh hingga hari ini sehingga semua sudah memulai membangun jauh sebelum kemerdekaan, hingga melahirkan bangsa ini berkat jasa para ulama dan para habaib," ujar Menko Muhaimin dalam acara Haul Ulama dan Habaib Betawi 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (19/06/2026) malam.
Menurutnya, tradisi haul memiliki makna penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan yang menjadi kekuatan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Betawi sebagai salah satu pilar sejarah Jakarta.
Menko Muhaimin menilai acara tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar kuat pada nilai budaya dan tradisi.
"Insyaallah, 500 tahun Jakarta ini, ini betul-betul bisa menjadi kota yang bersaing secara global. Benar-benar menjadi kota yang maju dan unggul dalam segala aspek, terutama aspek spiritual serta aspek kekuatan akhlak dan mentalitas umatnya," katanya.
Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga dan mengangkat budaya Betawi sebagai identitas kota. Menurutnya, pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dari pembangunan manusia dan pemberdayaan masyarakat.
"Bukan hanya memanusiakan Jakarta, tetapi juga ‘mengondel-ondelkan’ ondel-ondel, kira-kira begitu. ‘Mengondel-ondelkan’ kalau bahasa pesantrennya menempatkan ondel-ondel sesuai dengan maqam-nya kira-kira, tidak untuk dipakai ngamen, tapi untuk menjadi kebanggaan Jakarta. Hidup masyarakat Betawi!" ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Muhaimin juga menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan karakter, mentalitas, dan nilai-nilai spiritual masyarakat. Karena itu, peran ulama, habaib, dan tokoh agama tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah menjalankan arah baru pembangunan yang bertujuan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, berbagai kebijakan yang sedang dijalankan membutuhkan dukungan dan doa dari para ulama serta seluruh elemen masyarakat agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.
"Pak Presiden Prabowo sekarang sedang membuat arah baru pembangunan. Banyak yang salah paham dengan arah baru ini, namun sabar saja. Insyaallah tidak lebih dari dua tahun akan ada perubahan-perubahan penting bagi kemajuan umat dan masyarakat," ucapnya.
Menutup sambutannya, Menko Muhaimin berharap Haul Ulama dan Habaib Betawi 2026 dapat menjadi tradisi tahunan yang terus mempererat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat sekaligus menjadi sarana memperkuat semangat persatuan bagi kemajuan bangsa.
Nomor: 121/KPI/HM.04/06/2026
Instagram: @kemenkopmri
TikTok: @kemenkopm
X: @kemenkopmri
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rekomendasi
Menko Muhaimin dan Menko Sugiono Dorong Link and Match Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan
Kemenko PM Dorong Inovasi Berdayakan Masyarakat Desa Lewat Mandaya Awards dan Innovilleague 2026
Dua Tahun Pemberdayaan, Menko Muhaimin: Bansos Sementara, Berdaya Selamanya
Menko PM: Ekosistem Terpadu Kunci Kemajuan UMKM