Dari Modal Kecil Jadi Peluang Usaha Warga Salatiga, Menko Muhaimin: Harus Ditiru Daerah Lain
Nomor: 236/KPI/HM.04/10/2026
Berawal dari modal ratusan ribu rupiah, usaha olahan singkong Argotelo di Salatiga, Jawa Tengah, kini berkembang menjadi ekosistem usaha yang menginspirasi 38 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyerap sekitar 300 pekerja lokal.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa potensi lokal yang dikelola secara kreatif dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar memuji perkembangan Argotelo dan berharap praktik pemberdayaan seperti Argotelo dapat dikembangkan di berbagai daerah dengan memanfaatkan potensi unggulan masing-masing wilayah.
“Dulu singkong dianggap makanan masyarakat miskin, tetapi sekarang singkong bahkan bisa mengentaskan kemiskinan. Argotelo membuktikan bahwa ekosistem pemberdayaan berbasis hilirisasi produk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujar Menko Muhaimin pada Dialog Interaktif bersama Pelaku Ekonomi Kreatif di Wisata Edukasi Argotelo, Salatiga, Jawa Tengah pada Kamis (15/10/2026)
Menurutnya, nilai penting Argotelo tidak hanya terletak pada keberhasilan menjual produk olahan singkong, tetapi terutama pada ekosistem ekonomi yang tumbuh di sekitarnya. Petani, mitra distributor, karyawan, hingga pelaku UMKM pendukung ikut memperoleh manfaat dari rantai usaha yang terbentuk.
Model ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat berjalan melalui kegiatan ekonomi produktif. Singkong yang diolah menjadi produk bernilai tambah tidak hanya menghasilkan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka sumber penghasilan bagi warga yang terlibat dalam proses produksi hingga distribusi.
Menko Muhaimin menilai, usaha seperti Argotelo perlu menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi lokal menjadi peluang ekonomi. Dengan inovasi, kedisiplinan, dan pengelolaan usaha yang baik, bisnis yang dimulai dari skala kecil dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Ekosistem Argotelo juga membuka kesempatan kerja untuk lulusan sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan usaha lokal dapat sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi kelompok masyarakat yang beragam.
“Saya sangat bangga dengan kreativitas teman-teman di Salatiga. Saya yakin kita bisa berkolaborasi menjadikan Salatiga sebagai kota kreatif, menjadi rujukan nasional dan seluruh Indonesia, sekaligus mendunia,” katanya.
Ia menyebut, kunjungan ke Argotelo juga menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik baik yang dapat diterapkan di tempat lain. Namun, pengembangannya perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi setiap daerah agar masyarakat dapat membangun usaha berdasarkan sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka.
“Sebagai Menko, tugas saya melakukan kolaborasi, mengajak berbagai pihak, apakah BUMN, swasta, pemerintah, maupun kementerian, untuk bekerja bersama,” ujar Menko Muhaimin.
Melalui praktik seperti Argotelo, Kemenko PM mendorong semakin banyak daerah mengembangkan potensi lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hilirisasi produk, perluasan akses pasar, dan kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat melahirkan lebih banyak UMKM yang naik kelas, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi warga.
Instagram: @kemenkopmri
TikTok: @kemenkopm
X: @kemenkopmri
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rekomendasi
Menko Muhaimin dan Menko Sugiono Dorong Link and Match Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan
Kemenko PM Dorong Inovasi Berdayakan Masyarakat Desa Lewat Mandaya Awards dan Innovilleague 2026
Dua Tahun Pemberdayaan, Menko Muhaimin: Bansos Sementara, Berdaya Selamanya
Menko PM: Ekosistem Terpadu Kunci Kemajuan UMKM