Lompat ke konten utama
Dari Keterbatasan Menuju Harapan: Kisah Sofia, Siswi Sekolah Rakyat dari Kupang

Dari Keterbatasan Menuju Harapan: Kisah Sofia, Siswi Sekolah Rakyat dari Kupang

Kabar Terbaru 02 Mei 2026

Perubahan besar dalam hidup bisa datang dari kesempatan yang tepat. Itulah yang kini dirasakan Sofia Rorista Angel, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Efata Kupang, yang perlahan menata masa depannya dari ruang sederhana di asrama sekolah.

Sejak tinggal di asrama Sekolah Rakyat, kehidupan Sofia mengalami perubahan yang begitu signifikan. Hal-hal yang dulu terasa mustahil, kini menjadi bagian dari kesehariannya. Ia bisa menikmati makanan bergizi seperti nasi hangat, telur, ikan, bahkan daging ayam sesuatu yang sebelumnya hanya bisa ia bayangkan.

Di kampung halamannya, Sofia terbiasa hidup dalam keterbatasan. Menu makan sehari-hari sering kali hanya nasi putih dengan garam atau daun singkong. Daging ayam adalah kemewahan yang hanya bisa ia rasakan pada momen tertentu.

Tak hanya soal makanan, kenyamanan hidup Sofia juga meningkat. Jika sebelumnya ia tidur beralaskan kasur tipis, kini ia dapat beristirahat di kasur yang empuk, di kamar yang bersih dan nyaman. Lingkungan tersebut memberinya ruang untuk tumbuh, belajar, dan memulihkan semangat.

Dengan kondisi yang lebih layak, Sofia kini dapat bersekolah dengan lebih tenang. Ia tidak lagi dibebani kekhawatiran tentang kebutuhan dasar, sehingga bisa lebih fokus mengejar cita-citanya. Meski begitu, ada satu hal yang tak berubah, yaitu rasa rindu kepada orang tua yang tinggal di Kampung Oeniko.

Orang tuanya merupakan petani kecil yang harus bekerja keras di tengah keterbatasan ekonomi. Namun, di balik segala kesulitan itu, mereka tak pernah mengeluh dan terus berjuang agar Sofia bisa mengenyam pendidikan.

Sofia memahami bahwa keputusannya untuk tinggal jauh dari rumah adalah bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih baik. Sofia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat. Baginya, perhatian tersebut bukan sekadar kebijakan, melainkan penyelamat bagi anak-anak dari daerah terpencil.

Di mata Sofia, sosok Presiden bukan hanya pemimpin negara, tetapi juga seperti orang tua yang telah membukakan jalan bagi masa depannya, mengangkatnya dari keterbatasan menuju harapan yang lebih terang.

Ia pun menyadari bahwa langkahnya hari ini adalah awal dari perjalanan panjang. Sofia percaya, jika kelak ia berhasil meraih kesuksesan, itu tidak lepas dari kesempatan yang telah diberikan kepadanya untuk bersekolah dan berkembang.

Kisah Sofia menjadi potret nyata bahwa akses terhadap pendidikan yang layak dapat mengubah kehidupan. Dari seorang anak yang tumbuh dalam keterbatasan, kini ia berdiri sebagai simbol harapan bahwa dengan dukungan yang tepat, setiap anak Indonesia memiliki peluang untuk bermimpi dan mewujudkannya.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026!

Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Alat Aksesibilitas