Dari Aset Idle ke Creative Hub, Langkah BUMN Bangun Ruang Publik di Tengah Kota
Transformasi kawasan M Bloc Space menjadi salah satu pusat kreativitas di Jakarta membuktikan bahwa aset lama yang sempat terbengkalai bisa dihidupkan kembali menjadi ruang publik yang produktif dan dekat dengan masyarakat.
Di balik ramainya konser musik, pameran seni, diskusi komunitas, sampai deretan tenant lokal yang selalu dipadati pengunjung, ada peran besar Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dalam mengubah aset lama negara menjadi ruang yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.
Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya, mengatakan ide pengembangan kawasan ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2019, sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, Peruri melihat ada aset idle berupa bekas pabrik dan rumah dinas yang sudah lama tidak digunakan secara maksimal.
Daripada dibiarkan terbengkalai, Peruri ingin kawasan tersebut punya fungsi baru yang lebih hidup dan bisa dinikmati banyak orang. Dari situlah muncul ide untuk menjadikan area lama di Blok M sebagai creative hub atau ruang kreatif yang bisa menjadi tempat berkumpul, berkolaborasi, dan berkembang bersama.
Blok M sendiri dipilih karena punya sejarah panjang sebagai salah satu pusat nongkrong dan aktivitas anak muda Jakarta. Meski sempat meredup, kawasan ini dinilai masih punya potensi besar untuk kembali hidup dengan konsep yang lebih sesuai dengan gaya hidup urban saat ini.
Dalam proses pengembangannya, Peruri kemudian bertemu dengan almarhum Glenn Fredly dan sejumlah komunitas kreatif yang punya visi serupa. Dari kolaborasi itu lahirlah M Bloc Space, sebuah ruang publik yang menggabungkan kreativitas, seni, komunitas, hingga ekonomi lokal dalam satu kawasan.
Menariknya, M Bloc Space tidak hanya dibuat sebagai tempat nongkrong. Kawasan ini juga dirancang untuk memberi ruang bagi UMKM, tenant lokal, komunitas seni, dan pelaku industri kreatif agar bisa berkembang dan dikenal lebih luas.
Sekarang, kawasan tersebut dipenuhi berbagai kafe, toko produk lokal, ruang pameran, toko musik, hingga panggung pertunjukan yang rutin menggelar konser, diskusi, dan acara komunitas. Suasana itu membuat Blok M kembali ramai dan menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat perkotaan.
Menurut Dwina, Peruri memang ingin menghadirkan konsep social entrepreneur dalam pengelolaan kawasan ini. Jadi, bukan hanya mengejar bisnis, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang nyata untuk masyarakat.
Konsep kolaborasi juga menjadi kunci utama pengembangan M Bloc Space. Peruri membuka ruang kerja sama dengan komunitas kreatif dan pelaku usaha agar kawasan ini terus berkembang secara dinamis.
Saat ini, dari total lahan Peruri seluas sekitar 5,4 hektare, area M Bloc Space baru memanfaatkan sekitar 3.000 meter persegi. Pengembangannya pun masih terus berjalan secara bertahap.
Tidak hanya fokus pada aktivitas kreatif, Peruri juga berencana membangun hutan kota seluas sekitar satu hektare di kawasan tersebut. Ruang hijau ini diharapkan bisa menjadi penyeimbang di tengah padatnya aktivitas kota Jakarta.
Keberhasilan M Bloc Space menunjukkan bahwa aset lama milik negara bisa diubah menjadi ruang publik yang hidup dan punya dampak nyata bagi masyarakat. Bukan cuma menghidupkan kembali kawasan Blok M, tetapi juga membuka peluang baru bagi UMKM, komunitas, dan generasi muda untuk tumbuh bersama.
Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rekomendasi
Menko Muhaimin dan Menko Sugiono Dorong Link and Match Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan
Kemenko PM Dorong Inovasi Berdayakan Masyarakat Desa Lewat Mandaya Awards dan Innovilleague 2026
Dua Tahun Pemberdayaan, Menko Muhaimin: Bansos Sementara, Berdaya Selamanya
Menko PM: Ekosistem Terpadu Kunci Kemajuan UMKM